22. August 2014 · Comments Off on 8 Pesepak Bola yang Terlilit Kasus Huku · Categories: Berita Indonesia
Masalah hukum bisa menimpa pada siapa saja, tak terkecuali pemain sepakbola. Namun beberapa bintang lapangan hijau kerap tersandung hukum karena mabuk, melakukan kontak fisik, dan tak jarang persoalan lalu lintas. Berdasarkan penelusuran Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia setidaknya terdapat tujuh pesepakbola yang pernah berurusan dengan penegak hukum.

1. Bruno Souza
http://3.bp.blogspot.com/_Jyf3MCwkGCc/S7JA23Tz9-I/AAAAAAAAAgw/Dw3d3Ma89no/s1600/flabruno_marino_190310001.jpg
Mantan kiper Flamengo, Bruno Fernandez de Souza, mendapatkan vonis 22 tahun penjara karena membunuh kekasihnya, Elizia Samudio. Polisi menangkap Souza dan melemparkannya ke bui sejak Juli 2010. Dari situ pula, kontrak Souza dengan Flamengo batal.
Sebelumnya, Souza pernah bermain untuk Atletico Mineiro dan Corinthians. Namanya juga pernah menjadi kandidat kiper tim nasional Brasil, untuk berlaga di Piala Dunia 2010. Namun ia gagal terpilih.

2. Joey Barton  
http://i3.mirror.co.uk/incoming/article191010.ece/alternates/s2197/joey-barton-pic-getty-images-641407737.jpg
Joseph Anthony “Joey” Barton, kini bermain di Klub Olympique de Marseille, Ligue 1. Di sana ia menyandang status pinjaman sepanjang musim dari Queens Park Rangers. Barton terkenal akrab dengan kasus hukum.
Yang terparah adalah menyerang orang yang tidak kenal. Itu terjadi pada 27 Desember 2007, dini hari, kala Barton mabuk berat dan memukul seseorang sampai jatuh ke tanah. Kekerasan itu terekam kamera pemantau di dekat lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, Barton memukuli remaja berusia 16 tahun. Alasannya, si pemuda telah menyerang sepupu Barton. Ia pun mendapatkan hukuman enam bulan penjara. Namun dengan uang tebusan, Barton cuma meringkuk dalam sel selama 77 hari, dan bebas pada 28 Juli 2008.

3. George Best  
http://i1.mirror.co.uk/incoming/article1784935.ece/alternates/s615/George%20Best%20of%20Manchester%20United%20FC,%201968.jpg
Best merupakan salah satu legenda klub asal Inggris, Manchester United. Pria kelahiran Irlandia utara itu berhasil mengantar tim berjulukan Setan Merah itu meraih gelar juara Divisi Satu Inggris tahun 1965 dan 1967, serta merebut Piala Eropa tahun 1968. Peran besarnya dalam tim membuatnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa tahun 1968.
Namun sayang, kecemerlangan di atas rumput sedikit terganggu karena Best kecanduan alkohol. Pada 1984, ia sempat mendekam di penjara selama 3 bulan sebagai ganjaran setelah terbukti mengemudi saat mabuk.

4. Karim Benzema dan Frank Ribery 
http://www.sbobetmania.net/wp-content/uploads/2014/02/130617153534-karim-benzema-franck-ribery-single-image-cut.jpg
Ribery dan Benzema diadili atas tuduhan membayar PSK di bawah umur bernama Zahia Dehar untuk layanan seksual. Insiden ini terjadi pada 2008 dan 2009. Ribery sendiri mengaku telah membayar Dehar untuk melayaninya di München kala 2009. Tapi ia mengklaim tidak mengetahui jika Dehar berusia di bawah umur.
Di waktu terpisah, Benzema dituduh membayar Dehar untuk seks pada 2008. Kala itu usia Dehar baru 16 tahun. Namun Benzema mengatakan tidak pernah tidur dengan Dehar. Di Prancis, pria atau perempuan yang membayar seks dengan seseorang di bawah 18 tahun bisa dihukum hingga tiga tahun penjara. Dan denda 45 ribu euro, setara Rp705 juta.
Tepat sebelum Piala Dunia 2014, keduanya bebas dari tuduhan tersebut. Menurut hakim Perancis, temuan kejaksaan tidak cukup sebagai bukti bila Benzema dan Ribery mengetahui umur Dehar masih di bawah umur.

5. Raheem Sterling
http://cdn.images.express.co.uk/img/dynamic/131/590x/450081476-480745.jpg
Pada 2 Novembe 2012, Raheem Sterling masih beumur 17 tahun. Dan ia harus menjalani pemeriksaan kepolisian dengan dugaan menyerang seorang perempuan. Usai interograsi, gelandang Liverpool itu tak menjalani penahanan. Namun polisi masih melanjutkan penyelidikan terhadap penyerangan ini. Hingga akhirnya kasus ditutup, karena jaksa gagal menghadirkan saksi. Sterling pun hanya wajib membayar kerugian sang korban.

6. Diego Michelis
http://statik.tempo.co/?id=96497&width=475
Tidak hanya di luar negeri, beberapa pesepakbola dalam negeri juga tersandung hukum. Seperti Diego Michelis yang kini merumput di Mitra Kukar. Diego yang kala itu sedang popular, karena masuk skuad tim nasional dan mengubah status kewarganegaraannya, terlibat kasus pemukulan pengunjung sebuah klub malam. Diego dinyatakan terbukti bersalah dan divonis penjara tiga bulan 20 hari.

7. Mesut Özil
http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02830/mesut-ozil-getty_2830088b.jpg
Pada 2012, Özil yang memiliki kontrak dengan Nike. Namun kala Juli 2012, produsen sepatu itu lalu menggugat Özil secara perdata. Nike menuding pemain dengan posisi gelandang serang itu telah melanggar klausul matching right atau hak membandingkan.
Klausul matching right pada kontrak mengatur bahwa setelah perjanjian berakhir, Nike memperoleh hak untuk membandingkan tawaran produk lain kepada Özil. Dengan kata lain, Özil harus memberitahukan kepada Nike tentang tawaran sponsor lain. Dalam putusannya, hakim menyatakan Özil terbukti tidak melaksanakan kewajiban dalam kontrak terkait klausul itu.
Hakim juga memberikan kesempatan kepada Nike untuk mengajukan tawaran sponsor baru. Selama proses matching right berjalan, hakim melarang Özil menggunakan sepatu merek Adidas selama 180 hari. Namun akhirnya Özil pindah dan menyetujui kontrak dengan Adidas hingga sekarang.

Sumber : Yahoo, oleh Qidsy Cikal

Comments closed